
My Wish : "Semoga di umur yang bertambah tua ini, aku bisa menjadi lebih baik lagi, banyak memberi manfaat bagi orang-orang...lebih banyak berbuat...belajar ikhlas..."
“Teringat masa kecilku…kau peluk dan kau manja…
Indahnya saat itu buatku melambung…
Disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu…
Kau tuturkan sgala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan, yang mungkin ku lakukan dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai ku rapuh, terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu…”
(Ada Band feat Gita Gutawa)
Terinspirasi dari email yang ku baca di milist. Email pertama yang membuatku secara spontan mengeluarkan air mata. Tentang Ayah/Papa/Abah/Bapak.
Pada bulan kesayanganku ini (cieeee…), lagu itu khusus buat ayahku. Jadi inget duluuuu…pas masih kecil banget, ayah yang menemani tidur. Meninabobokan dengan dongeng-dongengnya. Panji Laras dan Ayam Jago, Mbok Rondo Dadapan, Yuyu Kangkang dan Klenting-Klenting. Hanya tiga judul itu, selalu tiga judul itu. Tapi aku tidak pernah bosan, bahkan menantikan. Sampai hafal betul plot ceritanya. Yang paling sering didongengkan adalah Panji Laras dan Ayam Jago. Dan memang ini favoritku.
Bagaimana dulu aku pura-pura ketiduran di depan TV biar digendong ayah ke kamar. Walaupun ayah tau (pasti tau) bahwa aku Cuma pura-pura, tapi ayah tetap menggendongku dan memindahkan ke kamarku. Ayah tidak pernah mematikan lampu kamarku, karena ayah tau betul aku tidak bias tidur nyenyak jika mati lampu. Hmmm…ayah!!!.
Dari dulu sampai sekarang, sering bener dengar percakapan yang menghubungkan antara jeans dan ikhwan. Kalau ikhwan ga bakalan mau pakai jeans. Kalau pakai celana jeans, berarti dia bukan ikhwan. Gak di kampus, gak di kosan, gak jarang topic ini jadi bahan pembicaraan yang ujung-ujungnya bisa panjang. Dan saya pernah di-bingung-kan oleh pertanyaan yang pernah dilayangkan dengan indahnya kepada saya tentang topic ini. Hehehe…
“Bener ga sih kalo ikhwan itu ga boleh pake jeans?”
“Kalo boleh, kenapa ga ada ikhwan yang pake jeans?”
“Padahal ni ya…daripada pakai celana bahan, cowok tuh lebih keren kalo pakai jeans!!!”*
*Salah-tiga cuplikan komentar dari obrolan teman-teman.
Hehehe…bingung ngejawabnya. Dulu juga pernah sih bahas ini dengan seorang teman yang kebetulan ikhwan (ikhwan apa cowok???sama aja ^_^, tapi terlanjur di IPB ini sudah tersegmentasi menjadi 4 jenis manusia : ikhwan, cowok, akhawat, dan cewek, gak usah diributin kan?). dan jawaban si-akhi cukup memuaskan dan masuk akal.
“siapa yang bilang gak boleh pake jeans?, boleh aja kok…asal ga ketat dan ga bolong memperlihatkan aurat!, yang ga boleh itu pakai pakaian yang kena najis.”
Daripada penasaran, akhirnya iseng searching di internet. Cukup menyenangkan, karena di internet-pun (terutama di blog-blog) banyak yang udah ngebahas dan ngobrolin hal ini. Ada yang pro ada yang kontra. Sebuah kewajaran dalam sebuah diskusi. Dan setelah baca-baca beberapa forum blog beserta komen-komen yang menyertainya, kebanyakan isinya kurang lebih adaalah sebagai berikut:
Pihak yang pro (istilah yang tepat apa ya???, gampangnya pihak yang gak ngelarang jeans), kebanyakan mengemukakan pendapat bahwa : 1) gak ada aturan dalam Islam yang melarang pemakaian jeans, 2) boleh jeans, asal ga ketat dan ga memperlihatkan aurat, 3) apa salahnya pakai jeans?, asal pemakaiannya pada waktu dan tempat yang tepat.
Pihak yang kontra (yang ‘agak’ ngelarang pakai jeans, ngelarang atau apa ya???bingung euy nyebutnya…), juga mengemukakan pendapat sbb : 1) menyerupai (tasyabuh) kaum kafir, 2) jeans sekarang cenderung ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh, jadi mending dihindari, 3) celana jeans yang ketat ga baik buat kesehatan organ reproduksi baik buat cewek ataupun cowok (seremmm…).
Tapi di sini saya benar-benar gak ingin men-justifikasi mana yang benar dan mana yang salah, karena itu bukanlah kapasitas saya (secara ilmunya masih dangkal bangeeeetttt…). Karena masing-masing kubu tentu mempunyai alasan masing-masing terhadap pilihannya tersebut. Hanya saja topic cukup menarik jika dituliskan, dan saya hanya ingin mengutarakan sedikit pendapat saya (bukan justifikasi loh yahhh!!!).
Pendapat saya :
Tentang jeans : sedikit sejarah bahan jeans, bahan ini digunakan pertama kali oleh penambang yang membutuhkan suatu bahan yang kuat dan tidak mudah sobek untuk pekerjaan yang cukup keras di areal pertambangan. Dengan berjalannya waktu, bahan ini kemudian naik daun dan digunakan juga dalam fashion-fashion masa kini dengan beragam desain dan inovasi. Dipadukan dengan ini itu, dimodel begini begitu, sehingga tak jarang harganya juga selangit.
Gak ada yang salah dengan bahan jeans. Dan gak ada dalil yang melarang pakai jeans. Bahannya cukup tebal, gak transparan, gak mudah melambai-lambai tertiup angin (nah lo???^_^), jadi gak ada salahnya pakai jeans, ASAL : kembali lagi, ga ketat dan ga bolong menampakkan aurat. Saya juga ga setuju dengan model jeans yang skinny dan nempel plek di badan saat dipakai. Yang membuat si pemakai kelihatan semakin kurus (buat yang kurus) atau semakin gak beraturan (bagi yang badannya agak bongsor). Kalau memang teryata di pasaran kebanyakan cuma ada celana jeans yang ketat-ketat, ya jangan beli. Tapi dengan sedikit usaha (bagi yang beneran cin-mat (cinta mati) sama jeans), masih ada kok celana jeans yang gombrong (gombrongnya gak kalah sama celana bahan) di toko-toko baju. Serius!!!. Ayo dehh kalo mau dianterin beli (hehehe…becanda!).
Jeans menyerupai orang kafir???. Nah yang ini saya (maaf) ga setuju. Boleh donk ga setuju???. Karena pendapat saya, orang kafir juga banyak yang pakai celana bahan. Nah…lihat saja para pejabat barat, mereka juga memakai setelan jas dan celana bahan kan saat bekerja. Pengusaha-pengusaha barat juga gitu. Mungkin hal ini harus dilihat kembali dari perspektif yang berbeda. Tapi kembali lagi, perbedaan pendapat itu sah-sah saja, bukan?
Terus yang masalah ikhwan gak ada yang pakai jeans. Hmmm…apa bener GAK ADA ikhwan yang pakai jeans?. Ada tuh teman saya yang kalau anda semua melihat akhlak dan tingkahnya pasti layak memanggilnya ikhwan (tapi kan balik lagi…dalamnya hati siapa yang tau?, kualitas keimanan kita juga hanya ALLAH yang tau). Tapi dia suka pakai jeans. Jadi disebut apakah dia???. Hehehe…kembali lagi mungkin masalah preferensi. Ada ikhwan yang lebih suka pakai celana bahan karena dia memberi penilaian celana bahan lebih enak dan nyaman dipakai, juga bahwa celana bahan lebih sopan dan gak urakan, ada pula yang ga suka celana jeans karena mahal dan nyucinya susyaaaah banget kaya orang latihan kungfu, hehehe. Ada juga ikhwan yang lebih suka celana jeans. Dan dia pun punya alasan, misalnya : lebih cocok dengan pribadinya, lebih awet karena tebal (terutama untuk yang hiperaktif, hehehe), dan karena ga suka celana bahan (orang ga suka mau gimana lagi?, masa mau memaksakan diri). Itulah…sebenarnya menurut saya hanya masalah preferensi. Seperti orang yang suka pete dan ga suka pete. Masa yang ga suka pete mau dipaksain buat makan pete?. Yang penting kan pakailah pakaian sesuai dengan moment-nya. Kalau mau menghadiri undangan resmi di istana Negara (wowww!!!) atau ke acara-acara resmi lainnya, hindari jeans (yang kesannya lebih santai), karena bukankah akan lebih cocok kalau pakai celana bahan dan setelan yang formal. Sebaliknya kalau ke acara-acara yang bisa mentolerir pakai jeans, kenapa harus memaksakan pakai celana bahan kalau memang ga suka?, (Jadinya kok malah membicarakan fashion????^_^).
Jadi my opinion : hubungan ikhwan dan jeans itu baik-baik saja (hehehe). Ga ada yang salah jika seseorang yang (kita) sebut ikhwan suatu hari pakai jeans. Jadi semoga ga ada lagi yang nyeletuk : “Ohh..ternyata dia BUKAN IKHWAN karena kemarin aku liat dia jalan di Bara pakai CELANA JEANS!!!”
Dua kata itu adalah dua kata yang paling tidak menyenangkan untuk diucapkan. Dua kata yang menggambarkan sebuah penyesalan. Dua kata yang mengisyaratkan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan.
Dan karena (…...) terlalu banyak ‘Jika Saja’ yang ingin kuucapkan. Mungkin sebuah penyesalan yang sebenarnya tidak harus disesali ‘Jika Saja’ tidak terlalu awal.
Bogor, 30 November 2009
IPB Dramaga tidak hanya memiliki 2 musim seperti tempat-tempat di Indonesia pada umumnya. Selain musim hujan dan musim kemarau, di IPB juga ada Musim Ujian. Musim ujian terjadi 2 kali dalam satu semester, yaitu musim Ujian Tengah Semester dan Musim Ujian Akhir Semester. Pada musim ini, IPB terlihat lebih dramatis dengan mahasiswanya yang dimana-mana bawa handout kuliah (di shelter bis IPB, di jalanan menuju kampus, di Kantin Sapta, dan pastinya di kosan). Tempat fotokopi lebih laris manis. Note taker jadi popular, karena catetannya bakal di-fotokopi teman-teman sekelas. Bahkan nge-Camp di kosan teman jadi hobi baru untuk mempersiapkan ujian mata kuliah yang agak-agak ‘serem’ (untuk TIN 43 mungkin PP or Perancangan Pabrik). “Kita perlu Brainstorming”, ungkap salah satu mahasiswa yang sedang nge-camp di Pondok Amanah C.
Kebiasaan musiman yang juga sering dilakukan di musim ujian adalah kebiasaan untuk ‘komitmen’. Komitmen tidak lain dan tidak bukan adalah Komat-kaMit bareng teMen (Fitriyanty, 2009). Hehehe…selain asyik, komitmen bagi sebagian orang adalah sarana untuk mempercepat proses memorizing dan menciptakan suasana belajar yang fun. Saling mengingatkan jika ada yang salah dalam materi, berdiskusi, sedikit (apa banyak???) bercanda, dan mengusir rasa kantuk yang kerap jadi musuh terbesar dalam proses belajar. (*salam buat temen-temen Komitmen-ku : Nurul, Faiz, Ita, Kunti, dan Dina, kenangan malam sebelum ujian PP kita tak kan ku lupakan!, terutama ‘Brainstorming’ kita yang ancuuuurrr and asaaaaallll*). Tapi bagi yang tipe penyendiri dalam belajar, komitmen bukanlah pilihan yang tepat. Bukannya belajar, bisa-bisa stress gara-gara denger komat-kamitnya temen-temen ^_^
Ujian merupakan waktu di mana pemahaman yang sudah kita dapat akan di-test. Sejauh mana pemahaman kita tentang ilmu tersebut. Bukan hanya sekedar nilai-nilai, tapi sebenarnya lebih dari suatu hitungan kualitatif. Tapi sayangnya, biasanya para mahasiswa seperti kita (tentu tidak semuanya) setelah keluar dari ruang ujian, materi yang sudah dipahami akan hilang beberapa saat kemudian. Lupa atau sengaja dilupakan. Ini merupakan kebiasaan yang harus dirubah mulai dari diri sendiri (woy…yang nulis inget-inget tuhhh apa yang sudah ditulis!!! ^_^).
Dan di atas itu semua, sesungguhnya ujian itu merupakan suatu rencana Allah SWT untuk semakin memperkuat dan memperkaya isi diri kita. Sarana untuk lebih mengingat Allah. Sarana untuk lebih mematri ilmu dalam jiwa kita.
Karena apa???
“…Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu kepada derajat yang tinggi…” (al-Mujadalah : 11).
Tentang seseorang…seorang teman yang istimewa di mata kita itu seperti apa???, dia mungkin adalah cerminan kita, sosok yang seharusnya ada dalam diri kita –tapi nyatanya tidak ada- dan kita temukan dalam diri teman itu. Mungkin teori itulah yang mampu menjelaskan chemistry yang terbentuk dari dua atau tiga, bahkan lima orang bisa menjadi sahabat karib. Atau pernah kita menemukan ‘sesuatu’ yang ada dalam diri seseorang dan ‘sesuatu’ itu pula yang membuat kita tertarik bahkan terpengaruh. Sesuatu itu mungkin semacam keberanian, semangat, prestasi, impian, pola pikir, kebiasaan, kecerdasan, sikap, atau yang lainnya. ‘Sesuatu’ yang tidak bisa kita temukan pada sosok lain, dan menjadikan seseorang itu menjadi lebih di mata kita. Dan awas…’sesuatu’ yang berasal dari lawan jenis merupakan awal dari ‘rasa yang tidak biasa’ bisa timbul –semacam virus- yang menyerang dan melumpuhkan seluruh syaraf dan kemampuan kita untuk berpikir secara rasional. Dalam kasus ini, ‘sesuatu’ itu tidak hanya akan mempengaruhi, bahkan bisa mengendalikan kita.
Kembali lagi kepada seseorang yang memberi pengaruh pada diri kita. Pengaruh itu bisa berupa pengaruh positif atau pengaruh negatif. Sebenarnya semua itu tergantung pada bagaimana kita menyikapi pengaruh-pengaruh tersebut. Bagaimana kecanggihan pola pikir kita saja untuk memilih dan memilah mana pengaruh yang sebaiknya kita ambil dan mana yang seharusnya kita tinggalkan.
Semisal ‘virus’ yang sudah disinggung di atas, sebagian orang berpendapat bahwa ‘virus’ tersebut harus segera di-delete atau di-abort sesegera mungkin. Tapi melakukan hal itu tidak semudah saat kita harus membalikkan telapak tangan. Lalu kenapa tidak kita manfaatkan saja untuk mengambil positifnya. Sesuai teori yang dikemukakan di atas, bahwa kita menemukan ‘sesuatu’ yang tidak biasa dan kemudian menyukainya. Kenapa tidak kita saring ‘sesuatu’ itu lalu kita berusaha memilikinya. Ambillah contoh ‘sesuatu’ itu adalah prestasi misalnya. Buatlah kondisi dimana diri kita juga harus memiliki prestasi dan berusaha focus dalam usaha pencapaiannya. Tapi kedengarannya ini juga tidak semudah membalikkan telapak tangan, terus apa bedanya???. Hehehe…bedanya kita menyalurkan energy kita dengan benar. Kita tidak akan menghabiskan energy untuk menangis merasakan sakit karena harus mencabut ‘virus’ yang sudah berakar dan mendarah daging di jaringan tubuh kita. Energy kita justru kita gunakan untuk focus dalam pencapaian tujuan kita. Ini merupakan strategi men-delete virus tanpa merasa men-delete-nya ( Pseudodelete, hehehe…). Apabila kita bisa focus mengerjakan sesuatu, focus dalam keinginan untuk mencapai sesuatau, maka secara otomatis kita akan mengesampingkan sedikit demi sedikit ‘virus’ tersebut. Setuju ???
Note : “Membaca kembali tulisan ini dari awal sampai akhir membuat penulis merasa telah menjadi seorang Virus Expert, padahal sebenarnya tidak juga. Tulisan ini adalah wujud memotivasi diri sendiri untuk ‘menyalurkan energy’ secara benar. Hehehe…jika bisa memberikan pengaruh positif bagii yang lain, tentu itu merupakan nilai plus yang sangat menyenangkan”.
“Tetap berusaha menjadi Hamba Yang Terus Berusaha Lebih Baik lageee!!!”.
Buku Negeri 5 Menara (N5M) benar-benar mengingatkan saya akan masa-masa tinggal di Boarding School yayasan Al-Fattah semasa SMA dulu. Two Thumbs Up for this book!!!. Kalau di N5M ada Pondok Madani (PM) di asrama ada Pondok Al-Fattah (PF). Di kawasan Yayasan yang terdiri atas 1 asrama, 2 ponpes, 1 Sekolah tinggi, dan 7 sekolah dari TK sampai SMA inilah masa-masa SMA yang penuh kenangan bersama teman-teman terlewati dengan indahnya.
Oke…lets we see sohibul menara. Dalam buku N5M, sohibul menara adalah sebutan untuk anak-anak yang hobi banget nongkrong dan melakukan apa saja di menara masjid PM saat waktu senggang mereka. Mereka adalah Alif, Baso, Dulmajid, Raja, Atang, dan satu lagi lupa siapa namanya yang keturunan arab dari Ampel Surabaya. Mereka berdiskusi, saling curhat, dan belajar di menara masjid yang terlepas dari pantauan Horor No.1 mereka yang bernama Tyson!!!. Tyson adalah kepala keamanan yang menegakkan kedisplinan di penjuru kawasan PM.
Sedangkan Sohibul Lantai Dua adalah sekelompok atau lebih tepatnya gerombolan pengacau dari asrama puteri SMA BPPT Al-Fattah (hehehe). Sebut saja mereka Widi (atau Siska?!), Cemi, Ti’e, Gymbal, Mulan dan Aceed. Mereka adalah penghuni abadi Lantai Dua sekolah dan Lantai Dua Pondok Kulon (Pondok Barat). Lantai Dua sekolah adalah tempat tongkrongan paling favorit ketika ba’da subuh dan masa ujian tiba. Tentu tidak setiap ba’da subuh kita menikmati keindahan pemandangan nan indah lantai dua, hanya hari-hari tertentu saat ada jadwal olahraga di sekolah. Kalian harus tau betapa indahnya matahari terbit yang beradu dengan hamparan sawah yang menghijau/menguning yang sangat luas. Lantai dua sekolah inilah tempat kita meneriakkan segala keluh kesah atau saat rasa kangen pada keluarga di rumah telah sampai ke ubun-ubun. Tempat air mata tumpah saat masalah menghimpit kita, sampai tempat curhat tentang ‘Cerita SMA’ kita masing-masing. Tempat ini pula yang menjadi saksi cerita merah jambu sebagian anak-anak…duluuuuu…masa SMA. Dannn…tentu saja tempat ini adalah tempat favorit kami untuk belajar saat masa ujian tiba. Tapi terkadang tempat ini juga diKUDETA oleh gerombolan dari kelas lain saat masa ujian. Jika hal ini terjadi, maka kami, para sohibul Lantai Dua akan berperang sampai titik darah penghabisan untuk merebut daerah kami. Hehehe…becanda dink, kami lebih suka mencari tempat lain, dan sasaran utama kami adalah sawah dan tempat cuci baju di belakang asrama. Tidak lebih baik dari Lantai Dua kita yang terkudeta. Hehehe. Lantai Dua lain tempat favorit kami adalah Lantai Dua Pondok Kulon. Tempat ini adalah tempat pelarian kita saat rasa ngantuk dan malas mendera padahal masih ada jadwal ngaji diniyah atau pelajaran bahasa arab. Makanya jangan Tanya kemampuan bahasa arab kita yang jauh dari standar, hehehe…hanya gymbal yang paling jago diantara kami semua. Dan tempat inilah yang menjadi saksi bagaimana kita dulu diciduk oleh Horor No.1 kita.
Kalau Alif dkk takut pada Tyson, horror nomor wahid mereka, maka kita-Sohibul Lantai Dua- juga memiliki Horor no.wahid. Mereka adalah Mbak Zaidah dan Mr.Mifta. Tyson, Mr. Mifta dan Mbak Zaidah sebenarnya sama. Setipe. Sama-sama tegas, ditakuti dan disegani, juga sama-sama Kepala Keamanan Penegak Kedisplinan. Mereka adalah pemburu bertangan dingin yang siap menghukum siapa saja yang tidak disiplin. Mbak Zaidah adalah Kepala Keamanan Penegak Kedisplinan di Pondok Putri sedangkan Mr.Mifta atau nama ngetop-nya Jacksen adalah Kepala Keamanan Penegak Kedisplinan di asrama putra dan asrama putrid SMA BPPT. Sudah berpuluh-puluh santri putera yang terkena hukuman paling menyengsarakan muka selama satu bulan dari Jacksen. What is that??? Is it Baldy Head!!! NO MORE HAIR IN YOUR HEAD!!!. Biasanya anak-anak yang terkena musibah paling menyengsarakan ini adalah anak yang ketahuan merokok, ketahuan pacaran, atau point hukuman mereka sudah tidak terhingga. Rambut bakalan digundul, tepatnya di pitak-pitakin. Sangat jelek banget model rambut seperti ini. Untuk anak cewek apa hukumannya???hehehe…Yellow Soldier is the answer. Kalau kamu pacaran, melampaui batas point pelanggaran, atau keluar tanpa ijin resmi yang dikeluarkan kepala asrama maka seminggu atau selama periode waktu ke depan busanamu harus berubah. Kamu harus memakai pakaian kuning-kuning dari kerudung sampai rok (yang telah disediakan untuk sang pesakitan dan yang perlu kalian ketahui adalah modelnya yang gak banget!!!) dan harus membuang sampah dari seluruh kamar yang ada di asrama!!!. What a great penalty!!!
Kalau di PM bahasa inggris menjadi salah satu bahasa resmi, maka ini juga diterapkan di asrama kita. Setiap anggota asrama yang tidak memakai bahasa inggris akan terkena point dan anggota asrama yang lain yang mengetahui terjadi pelanggaran harus menuliskannya di tabel yang ada di setiap kamar. Tidak seperti di PM, di asrama semua anggota asrama adalah JASUSspy). Dan di akhir bulan para Ratu/Raja Pelanggaran Bahasa di asrama putra/putri BPPT akan diberi hukuman setimpal dan diumumkan dengan speaker ke seluruh penjuru yayasan!!!. (mata-mata/
Kalau sohibul menara punya Sarah sebagai Princess of Madani maka sohibul lantai dua juga memiliki Prince of Al-Fattah. Hehehe… ini rahasia, jadi sebut saja namanya Pangeran William. Hahaha…bisa dijitakin anggota sohibul menara kalau sampai diekspos disini ^_^.
Dan sekarang para sohibul lantai dua saya telah tersebar di segala penjuru universitas mulai dari Ti’e yang di Universitas Jember, Gymbal dan Aceed yang di ITS, Mulan di Universitas Surabaya, dan cemy yang tanggal 18 Oktober 2009 ini Insya Allah akan memperoleh ‘IJABSAH’nya. Hmmm…semoga beberapa tahun ke depan sebagian atau semua anggota Sohibul lantai dua bisa reunian di EROPA seperti para sohibul menara. Aminnn.
BRAVO UNTUK KITA SEMUA!!!!
HIDUP PENJARA SUCI*!!!
*Penjara suci adalah sebutan kita untuk asrama SMA BPPT AL-FATTAH.
Bismillahirahmanirahim…
Bingkisan terindah di bulan yang suci ini adalah sebuah malam yang sangat mulia. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh rahmat dan nikmat bagi siapapun yang mendapatkannya.
Lailatul Qadar.
“Ya Allah…Engkau adalah dzat yang Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampunilah aku Ya Allah…”
Pagi itu 12 Juli 2009 sekitar jam 04.30 aku menginjakkan kaki pertama kali di bumi Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Lampung, Stasiun Tanjung Karang. Sebuah awal perjalanan dimulai. Jam 07.30 kami (aku dan dini) sampai di lokasi Praktek Lapang (PL) di PTPN VII Unit Usaha Bekri. Sinar matahari menyambut dengan sangarnya. Pagi hari yang berdebu!!!. Di sinilah tempat kami sampai 40 hari ke depan. Hahhhhhh…..panas dan berdebu.
Bekri adalah sebuah kota kecamatan yang tidak terlalu ramai. Tapi jika dibandingkan dengan perkebunan yang lain di Sumatera, Bekri termasuk dalam lokasi perkebunan yang ramai dan mudah dijangkau. Kau tidak akan menemui angkot yang berjubel seperti di Bogor. Hanya ada TIGA unit angkot yang beroperasi disini. Angkot warna kuning inilah satu-satunya transportasi yang bisa digunakan jika ingin pergi keluar Bekri menuju Metro atau Wates. Angkot tidak akan menunggumu, tapi kaulah yang harus menunggu angkot, demikian juga Kereta Api. Di Bekri kerea api tidak terjadwal dengan pasti. Agar tidak ketinggalan angkot, kamu harus punya no.Hp sopir angkotnya sehingga saat pulang dari tempat tujuan nanti kamu bisa ikut angkot itu lagi balik ke Bekri. Caranya ketik REG(spasi)NAMA ANGKOT(spasi)JAM BERANGKAT kirim ke no.Hp Pak Sopir. Hahaha…serius tauk!!!. Ini tidak akan kau temui selain di Lampung Tengah.
Angkutan alternatif yang bisa membawamu keluar Bekri adalah TRUK. Hahaha…menggunakan azaz NEBENG yang kaya manfaat. Hehehe…tak perlu malu melambaikan tangan untuk nebeng truk FUSO yang super gede atau truk tangki minyak sawit. Selain gratis, truk tangki biasanya mau memberikan tebengan sampai Bandar Lampung, karena truk tangki bakalan ngelewatin Bandar Lampung. Gak perlu malu…Yang penting GRATISSSSS.
Kau juga harus tau kawan, di sini gak ada warnet. Yang ada hanya kebun sawit dan orang jawa. Di Bekri dan sekitarnya masih banyak kesenian KUDA LUMPING. Di setiap event, misalnya nikahan bahkan perayaan tujuh belasan biasanya warga meramaikannya dengan kuda lumping. Latar Tancap juga masih ada, sayangnya kita belum diberi kesempatan untuk nonton layar tancap. Jadi masih penasaran banget kira-kira Film apa yang diputer di layar tancap. Ketika Cinta Bertasbih-kah?, Transformer-kah?, atau film-film horror jadul angkatan Suzanna?.
Saat di Lampung, Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk melancong ke Pantai Mutun, liat Gajah di Way Kambas, Kampus UNILA, UM Metro dan TEKNOKRAT, melihat Museum Lampung, Sentra Industri Keripik Bandar Lampung, Batanghari, dan liat Kuda Lumping hehehe…
Pantai Mutun sebenarnya adalah sebuah teluk. Ini pertama kalinya aku pergi ke sebuah pantai yang tanpa ombak. Hehehe…pantai tanpa ombak, begitu tenang permukaan airnya. Tapi cukup menyenangkan karena kita bisa nyebur sepuasnya di laut, main kano, main ban, dan naik kapal mengelilingi pulau yang ada di tengah-tengah teluk. serasa berada di Dolphin Bay…hahaha…L.E.B.A.Y !!!
Seperti yang kau tau kawan, Way Kambas adalah suaka alam untuk gajah. Hmmmm…banyak gajah di sini. Kita bisa naik gajah, foto bersama gajah, melihat atraksi gajah, berkeliling hutan dengan gajah, everything about elephant!!!. Gajah-gajah yang sudah dilatih dan jinak ternyata juga memiliki nama. Dan kebetulan sekali gajah yang kita ajak foto bernama Randi, hehehe…nama salah satu temen kuliah niyyy…ada juga yang bernama Dicky. Hmmmm…keren-keren namanya. Sebenarnya udah dari SD dulu aku pengen suatu hari nanti bisa ke Way Kambas. Alhamdulillah akhirnya kesampaian. Ini gara-gara dulu sering baca buku Petualangan Fajar dan Kemuning. Salah satu serinya ada yang settingnya di Pulau Sumatera dan ending perjalanan mereka adalah Way Kambas untuk menyelamatkan Gajah-gajah Sumatera yang terancam bahaya. Judul seri buku ini kalau tidak salah adalah Misteri Patung si Gale-Gale. Semoga suatu hari nanti bisa melihat patung ini. Aminn…
Saat mengunjungi dan beli oleh-oleh di sentra industry keripik Bandar Lampung, kita menyempatkan foto-foto di gerbang kota Bandar Lampung. Hehehe…di Patung Raden Intan yang terletak di tengah-tengah jalan utama tiga jalur!!!. Sempet diketawain supir angkot dan dipandangi polisi-polisi dengan tatapan yang kurang lebih artinya “Anak-anak stress yang gak pernah foto!!!”. Hahaha…bodo amat yang penting foto!!!kapan lagi ke lampung cuy??!!. Mumpung belum balik ke Bogor. Di sentra industry, kami disuguhi keripik pisang aneka rasa. Mulai dari rasa coklat, keju, mocca, sampai strawberry. Hmmm…tapi kan lagi puasa cuy, jadinya gak bisa nyobain.
UNILA, UM Metro, dan Perguruan Tinggi TEKNOKRAT addalah kampus-kampus yang kami singgahi. Halahhh…hehehe, di UNILA kami sempet massuk perpustakaan. Cari-cari literature tapi ga ketemu. Akhirnya Cuma baca-baca dikit sambil ngemil coklat. Di UM Metro kami Cuma numpang ngenet, karena kampus ini hot spot-nya autodetect jadi gak pake password. Kita bisa ngenet gratisss sepuasnya. Sampai ngantuk baru kita balik dahh akhirnya. Sedangkan di TEKNOKRAT kita Cuma foto-foto doank. Abis foto-foto kita jalan ke Bambu Kuning dan Simpur (kalo di Bogor, semacam BTM atau PGB lahh..).
Yang gak kalah seru selanjutnya adalah Kuda Lumping. Permainan mistis dari Jawa. Semua penari dan lakon dalam kesenian ini Kesurupan. Mereka menari-nari tanpa sadar, mencambuk kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Tapi toh akhirnya bukan kuda-nya yang dicambuk, tapi badan para pemain itu sendiri yang dicambuk. Hiiiii…agak serem sihh, tapi seru liat kesenian ini. Bahkan di kota kelahiranku yang notabene berada di Pulau Jawa, kesenian ini sudah hilang. Selain menari-nari, pemain yang sudah kesurupan akan mempertontonkan adegan berbahaya, yang seandainya muncul di TV bakal diberikan warning “Don’t try this at home!!!”, seperti makan beling, ngupas dan mecahin kelapa pake kepala (jangan kebalik ya…ntar jadi mecahin kepala pake kelapa, hehehe…), makan nasi tapi lauk-nya kembang kuburan…hmmm…pokoknya aneh!!!. Aneh tapi seru. Jangan sampai kesenian kita ini juga di-klaim oleh Malaysia !!!.
-By : Siska-
siska.widiutami@gmail.com
Batas Sebelah barat Provinsi Lampung adalah Selat Sunda dan Laut Jawa di sebelah timur. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau Poahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus, dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di wilayah Kabupaten Lampung Barat.
Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah berbukit-bukit dan merupakan sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.
Lampung fokus pada pengembangan lahan bagi perkebunan besar seperti kelapa sawit, kopi, jagung dan tebu. Dan di beberapa daerah pesisir, komoditas perikanan seperti tambak udang lebih menonjol, bahkan untuk tingkat nasional.
Pada Tahun Pemerintah Propinsi Lampung mencanangkan tahun kunjungan wisata. Jenis Wisata yang dapat dikunjungi diLampung adalah Wisata Budaya dibeberapa Kampung Tua diSukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui di Lampung Barat dan Festival Sekura seminggu setelah Idul Fitri di Lampung Barat, Festival Krakatau di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung Timur. Beberapa tempat wisata terkenal dilampung diantaranya Wisata Bahari di Krui, Danau Ranau, Kota Agung, Kalianda.
(Al-Fattah Islamic Boarding School Foundation).
…high school never end…
The member of 3A and 3B BPPT Al-Fattah Senior Hihg School
kiri ke kanan: nizar, erwanto, ghofar, alfan, tanto, ifan, hanif, erik, dody, rudi, david, kurniawan, albana, jamhari, as’ad, krisna, amal, kholis, yunita, yustiti, ida, tiska, rini, wiwid, I’in, SISKA, vien, Lia, I’id, evi, bariyah, dian, syarifah, afifah, lina, novia, ratna, fida, fidya, nira, risna, galis, astrid, emy.
Tempat inilah yang membuatku merasakan indahnya persahabatan dan kekeluargaan. Tempat inilah yang membuatku semakin dekat dan merasakan indahnya Islam. Di sebuah kawasan yang terpencil, jauh dari keramaian dan kebisingan sebuah kota kecil bernama Lamongan. Yuppp…di Siman, Sekaran, Lamongan, berdiri kokoh sebuah Yayasan Pondok Pesantren Al-Fattah yang masih menghembuskan hawa sejuk di setiap hati insan yang sedang menuntut ilmu di sana.
Hhhh…udah ahh lebaynya. Intinya pada jam ini, jam di mana aku menuliskan kalimat-kalimat indah nan lebay di Lepy tercinta bernama hanamichi sakuragi, jam 02.56 dini hari, aku sedang merindukan banget suasana Al-Fattah Islamic Boarding School Foundation. Kawan-kawan…kalian lagi apa???, masihkah seperti dulu??, jam segini kan kita dibangunkan oleh sebuah alarm militer (TEEEEEETTTTTTTTTTTT), yang bunyinya membuat telinga tuli di dini hari (lebay lageee). Antara sadar dan tidak spontan kita terbangun, bengong, lalu ke KM, wudlu. okelahh…ga semuanya ke KM. Kebanyakan dari kita malah menaikkan selimut lebih tinggi menutupi kepala sambil memeluk guling…”Sorry…l feel so sleepy right now”. Hehehe…ngaku deh siapa yang kaya gitu??, aku juga pernah.
Kawan…dimana kalian??lagi apa sekarang?. Aku yakin kok, kalian masih memegang teguh panji Al-Fattah kita. Jangan pernah dilepas kawan, saling mengingatkan ya…mungkin suatu hari nanti aku atau kalian khilaf, hwehehehe…
Ingat ga masa-masa ujian tengah semester or ujian akhir semester. Jam segini kita pasti belom tidur. Masih berkutat dengan buku-buku Erlangga kita. Di pojokan pasti si Yunita lagi tekun membaca buku, serius mengerjakan soal, dan di teras ada Kita (Cemy, Ti’e, Ida, Ipeh, Kholis ‘Jin Ifried’, wi2d, aceed, tante Lia, kangennnn banget ma geng ancurr ini!!!) lagi baca buku ga serius sama sekali, baca buku sambil dengerin musik, baca buku sambil becanda, hhhhffff….tobatlah kawan!!!.
Atau pas apel pagi. Gara-gara ngantri kamar mandi yang pasti super-duper rame di pagi hari, kita telat apel and the hasil, kita dihukum Mr.Jacksen gara-gara ga ikut apel pagi. di sekolah mana lagi selain di Al-Fattah yang setiap paginya sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai harus diawali dengan Apel pagi dan pembacaan Rotib Al-Atos.
“Ya latifan bi kholki…ya ‘aliman bi kholki…ya khobiran bi kholki…ultufbinaa ya latif ya ‘alimu ya khobiru”
Kawan…sumpah kangen banget. Masih rutin baca rotib itu kan?, apa kabarnya Wirdul Latif kita?. Masih rutin dibaca ba’da subuh dan ba’da maghrib kan?semoga.
Bahasa arab, nahwu-shorof, masih ingat??, yahhh…kalian yang jebolan MTs kan jagonya pelajaran-pelajaran ini. Aku yang basic-nya dari SMP benar-benar buta sama sekali. Tapi kalian dengan sabar mengajariku. Thanks friend. Satu lagi yang ga mungkin kita lupakan adalah Mbak Za’idah!!!. Hahaha…musuh bebuyutan kita di pondok dulu. Kita adalah anak paling terkenal dari asrama yang sering membuat kerusuhan di pondok. Paling sering bolos pas bahasa arab, paling sering tidur pas ngaji, apalagi???. Hmmm…tapi kan kita paling rajin ngaji subuh pas romadhon, kita ga pernah bolos ngaji dhuhur (walaupun panas terik, walaupun di saat-saat itu adalah waktu paling enak buat tidur), kita juga paling rajin ngaji ba’da ashar. Wuiii…standing applouse dah buat kita!!!
Walaupun kita suka bandel, kita sering dihukum bersih-bersih gara-gara ga’ pake bahasa inggris di asrama (you know lahh…asrama kan English Area), kita sering pergi-pergi ke lamongan kota tanpa surat ijin resmi dari Mr.Wahib, tapi kita tetep tunas Al-Fattah terbaik. Hwewewe…narsis-nya kita kumat lagi. Masih suka bolos kah kalian??, hmmm…aku masih suka bolos lohhh. Tapi alhamdulillah semester ini agak berkurang intensitasnya. Walaupun bolos kan aku ga suka TA (Titip Absen), bolos ya bolos aja…kan ada jatah, so ga usahlah TA…ga jagoan itu!. Kalian gimana?, hmmm…teman-temanku pasti juga gitu kan?hehehe…kita dulu juga suka bolos. Kalau istirahat terakhir, kita pasti ijin balik ke asrama. Pura-puranya belom sarapan, pura-puranya sakit, terus ga balik dehh sampai jam terakhir. Balik-balik pas apel siang ajah. Hehehe…terus baliknya diem-diem dari gerbang belakang yang dijebol. Nakalnya….
Walaupun dulu tuhh kita bosen banget ma rutinitas kita, ehhh..ternyata sekarang diakui atau tidak, kita merindukannya. Hari-hari di asrama yang kita sebut sebagai penjara suci. Betapa indahnya hari kamis awal bulan, karena di hari itu adalah jadwal kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Hanya sehari dalam sebulan. Kejam kah???, ga juga. Dan betapa sedihnya jum’at sore dimana kita harus sudah ada di Asrama lagi. Hari-hari penuh cerita dan cinta di asrama.
Intinya…saat ini aku kangen ma kalian.
PENGALAMAN Sebuah GURU yang lebih PINTAR, sebuah perenungan yang lebih MENGENA, sebuah kekayaan yang tak TERNILAI. |
Hati terkesiap saat mengetahui bahwa denyut kehidupan sudah berdetak di dini hari sedingin itu. Di saat kita terkadang masih terbuai dan terayun-ayun dalam alam mimpi, di saat kita masih enggan untuk membuka mata sekedar untuk ‘absen’ pada Sang Kuasa dengan sebuah sholat Tahajud, di tempat lain yang masih sama-sama dinaungi langit Bogor, para pedagang sayur dan daging di pasar sudah bergumul malawan ganasnya udara malam. Para pedagang itu sudah keluar dari rumahnya, meninggalkan peraduannya, demi keluarganya harus mengawali harinya lebih awal dari kebanyakan makhluk di sekitarnya. Inilah potret dari salah satu perspektif kahidupan malam Kota Bogor. Jika melihat dari perspektif lain, selama perjalanan juga kutemui para pemuda yang entah apa yang mereka lakukan tengah berkumpul, menghisap asap rokok di trotoar jalan. Ronda atau sekedar kurang kerjaan??. Dari sudut lain juga bisa dilihat ‘Remang’ kehidupan malam. Percaya atau tidak dalam perjalanan ini aku juga melihat para waria di jalanan plus satu angkot dengan dua ekor ‘kupu-kupu malam’. Dari mana ku tahu mereka kupu-kupu malam?, maaf…semoga bukan su’udzon. Tapi dari obrolan dan dandanan mereka (bayangkan, malam-malam tapi rapi jali, wangi, pakaian sexi dan dandan menor) sangat jelas sekali kalau mereka adalah bagian dari spesies kupu-kupu tersebut.
“Ohh..jadi Lu juga abis maen tadi?”
“Ntar dah gua kasih Lu pemaen dari Gunung Batu, orangnya okeh itu-nya juga!!!”
Semoga aku salah. Hehehe…entah mereka abiz maen apa, yang jelas bukan abiz maen bola voli, tapi merinding juga saat melihat secara langsung kehidupan dan dunia seperti itu.
Pengalaman di dini hari ini membuatku mengerti bahwa kita bisa melihat suatu kehidupan dan para aktornya dalam sebuah diagram lingkaran. Sebuah diagram yang terbagi menjadi beberapa bagian dalam persen-persen tertentu. Dari satu sudut perspektif ke sudut perspektif yang lain. Dalam diagram lingkaran itu dapat dilihat bahwa sebagian besar orang-orang masih terbuai dalam mimpinya, sebagian lagi sudah bergumul dengan pekerjaan sehari-hari, sebagian lagi dengan tulus ikhlas ‘merusak’ tubuh mereka sendiri dengan rokok dan hawa ganas dini hari, sebagian lagi sedang ronda, sebagian lagi ‘maen’, dan sebagian lainnya juga pasti ada yang tengah bersujud menangis di atas sajadah…mengharap ampunan dari Pencipta-Nya.
Ilustrasi (hanya ilustrasi, bukan di dasarkan data yang Valid) :
Pertanyaannya
“Termasuk dalam bagian manakah kita???”